Jumat, 30 September 2011

Kemampuan yang Kita Miliki

Kemampuan Umum (IQ) 
Setiap orang mempunyai kemampuan umum tertentu sebagai kemampuan dasar dalam memecahkan suatu masalah, menggunakan logikanya, dan merencanakan masa depan secara alami/natural. Kemampuan tersebut dikenal sebagai tingkat kecerdasan atau inteligensi. Orang sering kali menyamakan inteligensi dengan IQ. Padahal, kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Menurut David Wechsler (dalam Cancro, 1971), inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapar disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Sedangkan IQ (Intelligence Quotient) adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan.
Tes inteligensi merupakan tes psikologi untuk mendapatkan informasi mengenai “tingkat kecederdasan” seseorang. Pengambilan keputusan tertentu berdasarkan hasil tes inteligensi dapat mempengaruhi nasib seseorang, kelompok, maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, penggunaan hasil tes inteligensi haruslah bijaksana. Hasil tes inteligensi dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu untuk evaluasi diri. Perlu diingat bahwa keberhasilan hidup seseorang tidaklah ditentukan oleh tinggi rendahnya IQ, tetapi oleh kuat tidaknya seseorang untuk mencapainya. Thomas Alva Edison pernah mengatakan bahwa jenius adalah satu persen bakat dan sembilan puluh sembilan persen kerja keras. Karena itu, janganlah terlena dan merasa tinggi hati karena IQ yang tinggi atau sebaliknya, janganlah merana dan merasa rendah diri karena IQ yang rendah.

Kemampuan Khusus (Bakat) 
Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan spesifik ini memberikan suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau keterampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut bakat (aptitude).

Bakat adalah kemampuan bawaan sebagai potensi (potential ability) masih perlu dikembangkan dan dilatih/dipelajari (Sobur, 2003). Karena masih bersifat potensial, bakat merupakan potensi yang masih memerlukan latihan dan pengembangan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud. Bakat dibagi menjadi bidang-bidang berikut :
1.            Verbal, untuk melihat kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami ide dan konsep, serta memecahkan masalah dalam bentuk kata-kata.
2.     Numerik, untuk melihat seberapa baik seseorang dalam berpikir, memahami ide dan konsep, serta memecahkan masalah dalam bentuk angka-angka.
3.    Skolastik, untuk melihat kemampuan berpikir verbal dan numerik seseorang dalam menyelesaikan tugas mata pelajaran/akademik. Biasanya tes ini dipakai untuk menyeleksi siswa berbakat (gifted children) dan siswa yang akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
4.       Abstrak, untuk mengetahui seberapa baik dan mudah seseorang memecahkan masalah dengan menggunakan diagram, pola, dan rancangan yang disajikan dalam materi ukuran, bentuk, dan posisi.
5.   Relasi ruang, untuk mengetahui seberapa baik seseorang dapat memvisualkan, mengamati, dan membentuk gambaran mental dari objek-objek dengan melihat pola dua dimensi dan berfikir dalam tiga dimensi.
6.           Mekanik, untuk mengetahui seberapa mudah seseorang memehami prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan alam dan seberapa baik seseorang mengerti tata kerja dalam perkakas sederhana, mesin, dan peralatan lainnya.
7.   Kecepatan dan Ketelitian Klerikal, untuk mengetahui seberapa cepat dan teliti seseorang dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan pencatatan.
8.   Kemampuan bahasa Indonesia, untuk mengetahui seberapa baik pengertian dan keterampilan ejaan seseorang, seberapa banyak kosakata yang dikuasai, dan seberapa tinggi kelancaran serta kepekaan seseorang dalam berbahasa Indonesia.
9.         Kemampuan bahasa asing, untuk mengetahui seberapa baik kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis seseorang dalam berbahasa asing.

Kemampuan Akademik 
Prestasi belajar yang diraih siswa disekolah dapat dikatakan sebagai cerminankemampuan akademiknya. Prestasi ini diwujudkan dalam nilai atau angka kuantitatif yang diperoleh pada saat ulangan, ujian tengah semester, atau ujian akhir semester.

Sebaiknya diskusikanlah prestasi belajarmu dengan guru mata pelajaran, guru pembimbing, dan orang tua/ keluarga. Kamu akan memperoleh masukan agar lebih bijak dan tepat dalam menentukan pilihan akan masa depan.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review